Posts filed under ‘Kesehatan’

Kota Makassar Butuh 30 Ribu Kondom

Beragam jenis kondom, penangkal HIV/AIDS (Antara/ Ujang Zaelani) - Sumber: VIVAnews.com

Beragam jenis kondom, penangkal HIV/AIDS (Antara/ Ujang Zaelani) - Sumber: VIVAnews.com

VIVAnews – Pengelola Program Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Makassar Andi Sulolipu mengatakan Kota Makassar membutuhkan sebanyak 30.400 kondom pada 2010.

“Kebutuhan rata-rata kondom di Kota Makassar sekitar 32.304 tiap tahun. Sekarang, kondom di sini tersisa 1.872, atau kami masih butuh 30 ribu lebih kondom,” kata Andi Sulolipu di Makassar, Rabu 31 Maret 2010.

Sulolipu menjelaskan kekurangan kondom harus segera dipenuhi. Alasannya, alat ini merupakan bagian dari kontrasepsi seksual yang saat ini diyakini bisa mencegah penyebaran HIV/AIDS di Makassar.

Andi Sulolipu juga menyebutkan tingkat pengguna kondom di Makassar didominasi laki-laki, yakni sebanyak 25.635. Sedangkan kondom untuk perempuan, hanya 6.408 buah.

“Jika dirata-ratakan, dari pengguna itu 80 persen pengguna laki-laki, sedangkan perempuan hanya sekitar 20 persen,” katanya.

Laporan | Rahmat Zeena | Makassar

• VIVAnews

Sumber: http://nasional.vivanews.com/news/read/140742-kota_makassar_butuh_30_ribu_kondom

31 Maret 2010 at 11:59 PM 2 komentar

Ada Darah Babi di Filter Rokok

Satu merek rokok dipasarkan di Yunani dipastikan mengandung darah babi

Arfi Bambani Amri – VIVAnews.com

Sumber: VIVAnews.com

Sumber: VIVAnews.com

VIVAnews – Seorang peneliti di Australia melansir penelitian mengenai rokok yang diduga mengandung darah babi. Kandungan babi yang diharamkan umat Islam ini ditemukan di filter rokok.

Profesor di bidang Kesehatan Publik, Universitas Sydney, Simon Chapman, menunjuk pada riset terbaru yang mengidentifikasi 185 penggunaan bagian dari babi, termasuk dalam pembuatan filter rokok. Penemuan ini, kata Chapman kepada News.com.au, bisa berdampak pada kelompok Islam dan Yahudi.

“Komunitas Yahudi jelas akan menilai masalah ini sangat serius dan komunitas Islam akan menilainya sangat mengganggu,” kata Chapman, Rabu 31 Maret 2010.

Penemuan ini, kata Chapman, membuka bobrok industri rokok yang tidak diwajibkan mencantumkan komposisi dalam rokok. “Mereka mengatakan, “ini bisnis kami dan sebuah rahasia dagang”.”

Darah babi ini, kata Chapman, setidaknya ditemukan di satu mereka rokok dijual di Yunani. Darah babi dipastikan dipakai dalam pembuatan rokoknya.

Sebuah riset di Belanda menemukan darah babi ini dipakai untuk membuat filter lebih efektif menangkap kimia berbahaya sebelum asap masuk ke tenggorokan. Artinya, temuan ini jelas tak berlaku untuk rokok yang tidak menggunakan filter.

Sumber: http://dunia.vivanews.com/news/read/140507-ada_darah_babi_di_filter_rokok

31 Maret 2010 at 11:28 PM Tinggalkan Komentar

Bocah Merokok & Bicara Cabul – Video Bocah SW Merokok Diblokir Youtube

Fitraya Ramadhanny – detikNews

SW, Sumber:detik.com

SW, Sumber:detik.com

Jakarta – Video SW (4) yang sedang merokok dan bicara cabul beredar di situs Youtube. Namun kini video ini sudah diblokir.

Video SW muncul di Youtube sejak Minggu (28/3/2010) dengan judul ‘Anak Kecil Berbicara Kotor Dan Merokok! Dari Surabaya!’. Di dalam video berdurasi 3,29 detik itu, SW menjawab pertanyaan sejumlah orang dewasa yang merekamnya.

SW tampak sangat terbiasa merokok. Buktinya, balita itu bisa mengeluarkan asap rokok
dengan bentuk menyerupai cincin. SW juga sangat lugas menyebut alat kelamin
perempuan dan laki-laki. Sementara sejumlah orang dewasa di sekitarnya tertawa terbahak-bahak.

Namun kini video ini diblokir oleh Youtube. Sekitar pukul 15.00 WIB, video ini sudah tidak tersedia lagi. Hanya sebuah tulisan yang tersisa jika halaman asli video itu.

“Video ini telah dicopot karena pelanggaran aturan penggunaan,” demikian yang dipasang Youtube, Rabu (31/3/2010).

Tentu saja Youtube memblokir video ini. Secara jelas ditampilkan seorang anak 4 tahun merokok dan berbicara cabul, bahkan memperagakan adegan hubungan intim.

SW kini tinggal di Jl Nusakambangan, Malang, Jawa Timur. Ayahnya, Mulud (50) adalah kuli bangunan. Ibunya Moedjiati (45) adalah pembantu rumah tangga. SW sering bergaul dengan orang dewasa, sesama pekerja informal seperti orang tuanya.

(fay/gah)

Sumber: http://www.detiknews.com/read/2010/03/31/171923/1329679/10/video-bocah-sw-merokok-diblokir-youtube

31 Maret 2010 at 8:28 PM 1 komentar

Bocah Merokok & Bicara Cabul – SW Emoh Sekolah, Pilih Jadi Preman

Muhammad Aminudin – detikNews

Malang – Orangtua dari SW (4), bocah yang video merokoknya beredar di Youtube, sepertinya kewalahan dengan perilaku SW. Mereka berniat menyekolahkan SW untuk mengubah sifatnya. Namun, selain kondisi ekonomi yang sulit, SW kadung tidak mau bersekolah.

“Saya harap ada yang perhatikan SW untuk bisa sekolah nanti. Terus terang kami
tidak mampu untuk menyekolahkannya,” ujar Mulud (50), ayah SW, saat ditemui detikcom di rumah tumpangannya, Jalan Nusakambangan, Kota Malang, Rabu (31/3/2010).

SW saat ditanya pun enggan bersekolah. “Aku emoh sekolah, mending ngene jadi preman (Aku tidak mau sekolah, enak begini jadi preman),” kata SW.

Sang ayah yang sehari-hari berprofesi sebagai kuli bangunan ini, mengatakan sifat SW terbentuk dari pergaulannya dengan orang dewasa. Saat ditanya cita-citanya, bocah yang merokok sejak berumur 1,5 tahun ini pun menjawab sekenanya.

“Mau jadi maling,” jawab SW lantang. Sang ayah, hanya menatap getir.

SW sekarang lebih banyak ikut dengan Sinyo (24), yang bekerja sebagai pengantar barang. Sinyo membantu Mulud merawat SW, menanggung makan dan sering membawanya ikut mengantar barang.

“Semua jajan atau makanan Sinyo yang membelikan,” kata Mulud lagi.

Sementara Sinyo mengaku prihatin dengan SW. SW menurutnya adalah anak yang lucu, namun sayang lingkungan sekitarnya tidak cocok untuknya.

“Nggak tahu, Mas. Senang saja dengan SW ini. Anaknya lucu,” ungkap Sinyo.

(fat/fay)

Sumber: http://www.detiknews.com/read/2010/03/31/182022/1329737/10/sw-emoh-sekolah-pilih-jadi-preman?991102605

31 Maret 2010 at 11:53 AM Tinggalkan Komentar

Belum Ada Satu pun Obat yang Punya Sertifikasi Halal

Merry Wahyuningsih – detikHealth

Jakarta, Saat ini masih belum ada satu pun merek obat yang beredar di tanah air yang sudah mendapatkan sertifikasi halal dari Lembaga Pengkajian Pangan Obat-obatan dan Kosmetika Majelis Ulama Indonesia (LPPOM MUI).

Produsen lebih mengutamakan obatnya mendapatkan sertifikasi keamanan, khasiat dan mutu dari Kementerian Kesehatan.

Apalagi pemerintah hanya mensyaratkan tiga hal itu untuk produsen obat. Sedangkan sertifikasi halal tidak wajib dan hanya bersifat sukarela.

“Selama 20 tahun LPPOM berdiri belum ada satu pun produsen obat yang mendaftarkan produknya untuk sertifikasi halal,” kata Direktor LPPOM MUI Ir Lukmanul Hakim Msi dalam seminar ‘Pentingnya Penyediaan Obat Halal di Indonesia’ di Balai Kartini, Jalan Gatot Subroto, Jakarta, Rabu (31/3/2010).

Lukmanul mengatakan sertifikasi halal untuk obat penting dilakukan karena kepedulian dan kesadaran masyarakat tentang produk halal dan haram tiap tahun makin meningkat.

“Hukum yang mengonsumsi obat sama dengan mengonsumsi pangan yaitu harus halal,” ujar Lukmanul.

Sementara Dirjen Bina Kefarmasian dan Alat Kesehatan Kementerian Kesehatan Dra Sri Indrawaty Apt. Mkes mengatakan sertifikasi halal sifatnya memang tidak wajib hanya mengandalkan inisiatif produsen saja.

“Yang didaftarkan ke Kemenkes hanya masalah kemanan, khasiat dan mutu,” kata Sri.

Lukmanul menjelaskan tidak adanya obat yang bersertifikasi halal karena pengetahuan konsumen muslim juga terbatas. Ada asumsi obat haram diperbolehkan karena alasan darurat.

Padahal menurut MUI alasan darurat itu ada berbagai macam syarat:
1. Kalau tidak pakai obat itu maka pasien bisa mati
2. Harus diyakini tidak ada obat lain selain obat itu sehingga membahayakan keselamatan jika tidak diminum.
3. Kondisi darurat ini tidak berlaku selamanya

Menanggapi masalah ini, menurut Lukmanul, perlu adanya upaya secara sistematis dari pemerintah dan pemangku kepentingan lain seperti produsen farmasi, apoteker, dokter, MUI, pebisnis obat dan vaksin serta ilmuwan dari perguruan tinggi untuk membahasnya.

Tujuannya agar konsumen obat dapat memakai obat dengan tentram dan tidak was-was dengan status halal. Kalau pun obat tersebut tidak halal, menurut Sri, produsen harus mencantumkan bahannya secara jelas seperti alkohol atau babi.

(ir/ir)

Sumber: http://health.detik.com/read/2010/03/31/153036/1329566/763/belum-ada-satu-pun-obat-yang-punya-sertifikasi-halal?993306755

Sumber: detikhealth.com

Sumber: detikhealth.com

31 Maret 2010 at 10:19 AM 2 komentar

Jumlah Sperma Rendah Karena Sering Minum Soft Drink

Vera Farah Bararah – detikHealth

kopenhagen, Pria penyuka soft drink sebaiknya mulai mengurangi hobinya itu. Laki-laki yang sering mengonsumsi soft drink menghasilkan sperma 30 persen lebih rendah dibandingkan yang tidak mengonsumsi soft drink.

Hasil studi di Denmark menunjukkan laki-laki yang mengonsumsi 1 liter atau lebih soft drink setiap hari bisa berbahaya bagi spermanya. Padahal selama ini soft drink diketahui hanya memicu diabetes atau merusak organ di tubuh.

Tapi kini hasil studi menunjukkan pria penyuka soft drink memproduksi jumlah sperma yang lebih sedikit. Badan kesehatan dunia (WHO) menuturkan laki-laki yang memiliki jumlah sperma sedikit, umumnya berisiko lebih tinggi menjadi infertile (tidak subur).

Hubungan yang terjadi antara sperma dengan soft drink kemungkinan bukan karena faktor kafein, karena kopi tidak memiliki efek yang sama walaupun memiliki kandungan kafein yang jauh lebih tinggi. Kemungkinan ada bahan-bahan lain yang terdapat dalam minuman lambang gaya hidup moderen itu.

“Hal penting untuk dicatat bahwa orang-orang yang minum soft drink juga memiliki pola hidup yang berbeda-beda,” ujar ketua penelitian Dr Tina Kold Jensen dari Rigshospitalet di Copenhagen, Denmark, seperti dikutip dari Reuters, Selasa (30/3/2010).

Dalam penelitian ini lebih dari 2.500 laki-laki muda dilibatkan. Ternyata hasil penelitian menunjukkan laki-laki yang tidak minum softdrink memiliki kualitas sperma yang lebih baik, yaitu rata-rata sebanyak 50 juta sperma per mililiter air mani dan cenderung memiliki gaya hidup yang sehat.

Sebaliknya sebanyak 93 laki-laki muda yang mengonsumsi lebih dari 1 liter soft drink dalam sehari hanya memiliki 35 juta sperma per mililiter air mani. Laki-laki yang sering minum soft drink cenderung sering mengonsumsi junk food dan sedikit makan buah serta sayur.

Dalam American Journal of Epidemiology, peneliti mencatat bahwa kafein dalam kopi atau teh tidak mempengaruhi penurunan kualitas sperma yang menonjol. Sebaiknya kafein dalam kandungan soft drink bisa menurunkan jumlah sperma yang signifikan.

(ver/ir)

30 Maret 2010 at 7:16 AM 2 komentar


Tulisan Terkini

Kategori

Almanak

Juni 2012
S S R K J S M
« Feb    
 123
45678910
11121314151617
18192021222324
252627282930  

Blog Stats

  • 3,896 hits

Top Rated

Facebook


Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.