TALK ABOUT “VIDEO PORNO”
9 Juni 2010 at 11:59 PM Tinggalkan Komentar
Sebuah portal berita nasional hari ini (10/06/10) memberitakan situs jejaring sosial, Tweeter, bolak-balik down (over capacity) lantaran ramainya tweeps (pengguna Tweeter) yang sedang nimbrung. Konyolnya trending topic kala itu adalah Ariel Peterporn. Luar biasa, Tweeter hang lantaran tweeps Indonesia! Sampai-sampai salah seorang tweeps dari luar negeri ngedumel begini, “I hate when Twitter gets over capacity! Someone explain ‘stupid whale,’ ‘Ariel Peterporn,’ and ‘Cut Tari Resmi Dipecat’ pleaseee. (:”
Ramainya gossip Ariel memang menjejali semuanya. Media massa cetak, televisi, dan apalagi internet. Tak menutup kemungkinan juga menjejali kepala sebagian orang-orang Indonesia. Tapi kali ini saya tidak ingin terlalu dalam membahasnya dari segi Ariel. Ingin membahasnya dari sisi lain dan tokoh yang lain pula.
* * *
Di luar negeri ada mantan artis bernama Kendra Wilkinson (24). Kendra, pada masa lalunya (tepatnya pada usia 18 tahun) pernah melakukan perbuatan konyol bersama pacarnya, Justin Frye. Mereka merekam adegan “xxx” yang mereka lakukan. Meski Kendra sempat menjadi artis panas, tapi sextape tersebut bukan ia buat untuk umum.
Kini di kala ia hidup normal dengan seorang suami dan seorang anak berusia 6 tahun, video tersebut menyeruak ke publik. Tak dinyana. Permasalah menjadi kian pelik tatkala Vivid, perusahaan film porno, membeli video tersebut awal bulan lalu dan berencana mengedarkannya.
Kendra mengaku kesulitan menjelaskan persoalan ini pada Henk Baskett, sang suaminya kini. Bisa kita tebak pula ia akanb kesulitan menjelaskan ke anaknya. Begitu pula betapa sulitnya memilih sikap terbaik untuk menghadapi publik. Lari, sembunyi, cuek, atau mengaku dan minta maaf, atau bahkan bunuh diri?
Kendra akhirnya tampil ke publik dan menjelaskan duduk persoalan berkenaan dengan sextape-nya tersebut.
“Video itu muncul sekarang ketika saya akhirnya membersihkan hidup saya,” ujarnya sembari bergetar, ketika diwawancarai E!, seperti dilansir dari the Daily Mail.
“Sungguh sangat memalukan. Saya orang yang sangat terbuka, saya sangat jujur pada kehidupan saya, tapi video porno, sudah pasti tidak saya inginkan dalam kehidupan saya,” tegasnya.
“Video itu bukan untuk dilihat oleh mata orang lain, karena itu punya kami,” imbuh Kendra, berurai air mata.
* * *
Tulisan ini bukan bermaksud menghakimi kehidupan Kendra masa lalu. Dari segi sextape, merekam adegan xxx adalah sebuah perbuatan bodoh! Apalagi di era informasi dan komunikasi saat ini. Haruskah seseorang menyesal setengah mati setelah videonya tercecer dan kemudian tersebar ke mana-mana? Di mana akal sehatnya kala itu, kala dia berbuat mesum dan merekamnya?
Ya sudahlah ini memang masa lalu bagi Kendra, tapi untuk sebagian orang (yang ingin merekam adegan-adegan begituan) ini sebuah peringatan untuk masa depannya. Jangan pernah coba-coba!
Terlepas masalah Kendra, dunia hiburan kapitalisme begitu sadis dan biadab. Seperti yang disinggung di atas, Vivid (perusahaan film porno) berencana mengedarkan sextape tersebut.
Sadisnya kapitalisme bisa dimengerti lantaran kapitalisme memang cenderung liberal dan sekuler. Tak ada agama, tak ada norma dan etika. Semua dilihat dari segi profit, profit, dan profit! Seseorang bisa sangat diuntungkan di atas penderitaan orang lain. Tak peduli betapa hancurnya perasaan orang yang dieksploitasi dan orang-orang yang dicintainya. Merusak segi-segi sosial dan karakter orang lain. Karenanya benar juga sebuah pendapat yang meyimpulkan bahwa kapitalisme dan liberalisme tidak sesuai dengan fitrah manusia. [] Pujo Nugroho
Entry filed under: Ijtima' (Pergaulan), Islam, Renungan, Serba-serbi. Tags: .

Trackback this post | Subscribe to the comments via RSS Feed