Archive for Juni, 2010

KRISIS LISTRIK DI LUAR NALAR

Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Pusat, Gita Wirjawan, ketika berada di Kalsel terheran-heran listrik di daerah kita byarpet. Saya yakin siapapun pejabat atau pengusaha dari luar jika datang ke Kalsel juga akan terheran-heran dengan keadaan –yang kita sendiri (warga Kalsel) sudah sangat biasa– yaitu listrik mati!

Sudah hampir seminggu ini isu listrik menjadi berita utama di mass media. Dari permasalahan lokal hingga nasional. Baru-baru ini PLN melalui dirutnya, Dahlan Iskan, melemparkan wacana penggratisan listrik untuk kelas bawah (daya rendah). Isu tersebut segera ditanggapi sinis oleh banyak kalangan. Beberapa anggota DPR menyebut Dahlan Iskan asal bunyi. Mesteri ESDM pun meluruskan bahwa listrik gratis hanya wacana pribadi Dahlan Iskan.

Minggu ini kita juga mendengar berita bahwa pemerintah telah menaikkan TDL (tarif dasar listrik). DPR pun menyetujui rencana tersebut.

Sedang berita dari lokal mengabarkan, Pemkab Kotabaru berencana mengijinkan penambangan di sana untuk –salah satunya—memenuhi kebutuhan listrik di daerah tersebut. Tak pelak rencana tersebut menimbulkan kontroversi mengingat Kotabaru adalah pulau kecil.

Baiklah, jika DPR mencibir rencana penggratisan listrik dan kemudian malah setuju dengan kenaikan TDL, mungkin itulah cara berpikir wakil rakyat! Orang-orang yang pintar, berdasi, bermobil mahal, dan dengan segala fasilitas mewahnya. Di sisi lain, media, dalam hal ini salah satunya Banjarmasin Post dalam salah tajuknya (20/6/2010), menyarankan untuk tidak mematikan gagasan merakyat seperti ini.

Kami sendiri sebagai rakyat biasa memang tidak serumit wakil rakyat atau pemerintah dalam memikirkan permasalahan listrik. Kami hanya berpikir bahwa kewajiban membayar rekening tiap bulan sudah kami penuhi. Kami hanya ingin hak kami juga dipenuhi: listrik jangan sering mati! Kami hanya ingin merasa nyaman dengan hak kami, anak-anak belajar nyaman, usaha tidak merugi, tetap bisa mendapatkan informasi dan hiburan melalui media elektronik, dan tidak khawatir dengan ancaman kebakaran. Kapankah hak kami ini terpenuhi? Apakah masalah krisis listrik memang di luar nalar tanpa solusi karena tak kunjung usai?

Listrik Mati di Lumbung Batubara

Masih menurut perkataan Gita Wirjawan, ketua BKPM Pusat, bahwa sulit dimengerti Kalsel yang secara nasional bahkan internasional terkenal sebagai pengekspor batubara terbesar tetapi listrik di daerahnya sering padam.

Memang seperti yang kita ketahui, listrik di Kalselteng sebagian besar “dibangkitkan” dengan tenaga uap (PLTU). PLTU sendiri berbahan bakar batubara. Kita sendiri tidak mengerti bagaimana sebenarnya politik pengelolaan energi, khususnya di Kalsel. Secara sederhana jika Kalsel adalah salah satu penghasil batubara terbesar mestinya tidak ada masalah dengan pemenuhan listriknya. Tapi entah mengapa kita masih tetap saja mengalami krisis listrik.

Pertanyaan yang seperti inilah yang meluncur dari mulut Gita Wirjawan. “Sejak dalam perjalanan, saya tidak habis pikir. Apa penyebabnya byarpet di daerah ini,” katanya. Padahal, imbuh dia, banyak orang di Jakarta selalu mengagung-agungkan daerah  ini karena kekayaan alamnya berupa batubara yang melimpah. Sehingga menjadi primadona para pemilik modal, untuk investasi maupun mengeruk emas hitam tersebut dengan sebesar-besarnya untuk kepentingan bisnis.

“Orang-orang di Jakarta, bahkan mungkin di luar negeri sangat mengenal Kalsel tentang batubaranya. Ternyata, kekayaan itu tidak mampu memenuhi kebutuhan daerah sendiri,” cetusnya (Banjarmasin Post 18/6/2010).

Pada suatu siaran persnya, Dahlan Iskan pernah mengatakan bahwa PLN hingga kini belum memiliki satupun Kuasa Pertambangan (KP) batubara sebagai sumber bahan baku pembangkit listrik. Sehingga ketergantungan PLN kepada pemasok batubara mencapai seratus persen. Ironisnya perusahaan-perusahaan listrik asing seperti  India dan Thailand justru memiliki KP-KP di Indonesia. Hasil pemantauan PLN, lahan batubara sudah habis “dibagikan” kepada para pengusaha swasta dan asing (detikfinance.com 18/4/2010).

Dari sini kita mengetahui bahwa PLN sangat tergantung pemasok-pemasok dari luar. Dan, ketergantungan tersebut adalah ketergantungan total!

Karenanya wajar saja jika Dahlan Iskan pernah meminta-minta kepada pemerintah untuk membatasi ekspor batubara dan menjamin ketersedian untuk PLN dan juga konsumen lainnya di tanah air (detikfinance.com 27/04/2010).

Ketergantungan kebutuhan listrik nasional kepada pihak swasta dan asing tentu sangat rawan. Sungguh-sungguh sangat ironi. Sebuah perusahaan negara yang mempunyai kewajiban memenuhi listrik seluruh rakyat Indonesia tetapi tidak mempunyai tambang batubara di negaranya sendiri.

Oleh sebab itu permasalahan listrik di daerah kita bukan saja persoalan teknis kerusakan mesin atau ketergantungan dengan teknisi WNA, tapi juga merupakan permasalahan mendasar. Yaitu persoalan sistem dan kebijakan nasional yang juga menyangkut kebijakan energi dan migas. Bagaimana mungkin persoalan listrik ini akan tuntas sedang UU Migas (minyak dan gas), UU Minerba (mineral dan batubara), dan UU PMA (penanaman modal asing) sangat liberal dan kapitalistik?

Pujo Nugroho

Alumni Fakultas Teknik Unlam

NB:

Tulisan ini telah dimuat di Harian Banjarmasin Post 22/06/2010

http://www.banjarmasinpost.co.id/read/artikel/47921/krisis-listrik-di-luar-nalar

30 Juni 2010 at 4:07 AM 1 komentar

TALK ABOUT “VIDEO PORNO”

Sebuah portal berita nasional hari ini (10/06/10)  memberitakan situs jejaring sosial, Tweeter, bolak-balik down (over capacity) lantaran ramainya tweeps (pengguna Tweeter) yang sedang nimbrung. Konyolnya trending topic kala itu adalah Ariel Peterporn. Luar biasa, Tweeter hang lantaran tweeps Indonesia! Sampai-sampai salah seorang tweeps dari luar negeri ngedumel begini, “I hate when Twitter gets over capacity! Someone explain ‘stupid whale,’ ‘Ariel Peterporn,’ and ‘Cut Tari Resmi Dipecat’ pleaseee. (:”

Ramainya gossip Ariel memang menjejali semuanya. Media massa cetak, televisi, dan apalagi internet. Tak menutup kemungkinan juga menjejali kepala sebagian orang-orang Indonesia. Tapi kali ini saya tidak ingin terlalu dalam membahasnya dari segi Ariel. Ingin membahasnya dari sisi lain dan tokoh yang lain pula.

* * *

Di luar negeri ada mantan artis bernama Kendra Wilkinson (24). Kendra, pada masa lalunya (tepatnya pada usia 18 tahun) pernah melakukan perbuatan konyol bersama pacarnya, Justin Frye. Mereka merekam adegan “xxx” yang mereka lakukan. Meski Kendra sempat menjadi artis panas, tapi sextape tersebut bukan ia buat untuk umum.

Kini di kala ia hidup normal dengan seorang suami dan seorang anak berusia 6 tahun, video tersebut menyeruak ke publik. Tak dinyana. Permasalah menjadi kian pelik tatkala Vivid, perusahaan film porno, membeli video tersebut awal bulan lalu dan berencana mengedarkannya.

Kendra mengaku kesulitan menjelaskan persoalan ini pada Henk Baskett, sang suaminya kini. Bisa kita tebak pula ia akanb kesulitan menjelaskan ke anaknya. Begitu pula betapa sulitnya memilih sikap terbaik untuk menghadapi publik. Lari, sembunyi, cuek, atau mengaku dan minta maaf, atau bahkan bunuh diri?

Kendra akhirnya tampil ke publik dan menjelaskan duduk persoalan berkenaan dengan sextape-nya tersebut.

“Video itu muncul sekarang ketika saya akhirnya membersihkan hidup saya,” ujarnya sembari bergetar, ketika diwawancarai E!, seperti dilansir dari the Daily Mail.

“Sungguh sangat memalukan. Saya orang yang sangat terbuka, saya sangat jujur pada kehidupan saya, tapi video porno, sudah pasti tidak saya inginkan dalam kehidupan saya,” tegasnya.

“Video itu bukan untuk dilihat oleh mata orang lain, karena itu punya kami,” imbuh Kendra, berurai air mata.

* * *

Tulisan ini bukan bermaksud menghakimi kehidupan Kendra masa lalu. Dari segi sextape, merekam adegan xxx adalah sebuah perbuatan bodoh! Apalagi di era informasi dan komunikasi saat ini. Haruskah seseorang menyesal setengah mati setelah videonya tercecer dan kemudian tersebar ke mana-mana? Di mana akal sehatnya kala itu, kala dia berbuat mesum dan merekamnya?

Ya sudahlah ini memang masa lalu bagi Kendra, tapi untuk sebagian orang (yang ingin merekam adegan-adegan begituan) ini sebuah peringatan untuk masa depannya. Jangan pernah coba-coba!

Terlepas masalah Kendra, dunia hiburan kapitalisme begitu sadis dan biadab. Seperti yang disinggung di atas, Vivid (perusahaan film porno) berencana mengedarkan sextape tersebut.

Sadisnya kapitalisme bisa dimengerti lantaran kapitalisme memang cenderung liberal dan sekuler. Tak ada agama, tak ada norma dan etika. Semua dilihat dari segi profit, profit, dan profit! Seseorang bisa sangat diuntungkan di atas penderitaan orang lain. Tak peduli betapa hancurnya perasaan orang yang dieksploitasi dan orang-orang yang dicintainya. Merusak segi-segi sosial dan karakter orang lain. Karenanya benar juga sebuah pendapat yang meyimpulkan bahwa kapitalisme dan liberalisme tidak sesuai dengan fitrah manusia. [] Pujo Nugroho

9 Juni 2010 at 11:59 PM Tinggalkan Komentar

Pelecehan Seksual di Bus, Pegiat Gender, dan “Kenyamanan Sejati”

Apa pendapat Anda jika ada ide untuk memisahkan penumpang laki-laki dan penumpang perempuan di angkutan umum, semacam bus dan kereta api? Saya yakin jawabannya beragam. Tapi jika pertanyaan ini benar-benar dilontarkan ke aktivis gender, saya yakin akan tertawa terbahak-bahak. “Ide konyol!”, mungkin demikian bilang mereka.

Isitilah memisahkan dan membedakan perlakuan pria-wanita adalah istilah-istilah yang paling mereka musuhi.  Persamaan hak, itulah tema perjuangan mereka. Menyamakan apa saja.  Karenanya ide memisahkan penumpang laki-laki dan perempuan bisa ditebak akan mendapat pertentangan dari para aktivis ini. Seperti yang pernah dilakukanRieke “Oneng” Diah Pitaloka yang menolak gagasan memisahkan penumpang laki-laki dan perempuan[1].

* * *

Belakangan cukup ramai diinternet dan sempat beberapa kali muncul di teve kasus pelecehan seksual di Bus TransJ.

“Saat antri, dia megang-megang pantat. Lalu menggesek-gesekkan alat kelamin ke pantatku,” ujar Foni usai membuat laporan ke Polres Jaksel, Jalan Wijaya II, Jakarta Selatan, Sabtu, (5/6/2010).

Tak hanya itu, ketika Foni naik bus, Anton masih mengikuti. Lantas di dalam bus, Anton duduknya memepet Foni. Lantas tangannya pegang-pegang paha hingga daerah kewanitaan Foni. “Saya sudah memukul tangannya. Tapi dia terus megang-megang. Lalu saya teriak ketika bus masuk halte Dukuh Atas,” bebernya [2].

Begitulah cerita naas yang dituturkan Foni (31) terhadap apa yang menimpanya. Pelakunya sendiri adalah Anton Susanto (32). Belakangan Anton bebas melenggang, karena tak bisa dipolisikan. Cukup mengejutkan bagi saya ternyata cerita sejenis banyak dialami para penumpang wanita di angkutan-angkutan umum.

* * *

Dilecehkan, apalagi secara seksual, tentu sangat tidak mengenakkan. Menjadi masalah yang besar, bahkan bisa-bisa akan menjadi trauma. Tentu masalah ini harus diatasi. Lalu apa solusinya?

Ada yang mengusulkan agar kepadatan penumpang dalam angkutan umum dikurangi. Kapasitas muatnya diturunkan. Agar dempet-dempetan tidak terjadi yang bisa mendorong peluang meraba (melecehkan) penumpang lain tidak terjadi. Impossible memang, karena melawan prinsip dasar ekonomi (kapitalis). Tentu pengusaha angkutan malah menginginkan muatan yang sebanyak-banyaknya. Bertambah impossible dan terkesan sia-sia lantaran ternyata penyakit kelainan (frotteurism) ini tak mengenal “kerapatan”-tidaknya penumpang. Malah kecenderungannya jika penumpangnya jarang dia malah berani. Seperti yang dialami Foni di atas. Apalagi kalau cuman berdua-duaan.

Muncul juga ide untuk memisahkan angkutan berdasarkan gender. Ada angkutan untuk perempuan dan ada angkutan untuk laki-laki. Secara prinsip ekonomi tidak terlalu mengganggu karena “kerapatan” tetap tak berubah. Ganjalannya mungkin bagi penumpang yang rombongan akan merasa sedikit ribet. Satu keluarga mungkin akan terpisah di dua angkutan umum yang berbeda. Anak laki-laki terpisah dengan ibunya dan bergabung bersama bapaknya. Tapi bukankah hal ini sudah biasa tatkala satu keluarga sholat berjamaah di masjid? Atau ketika ke toilet umum (anak laki-laki ditemani bapaknya, bukan ibunya, untuk pergi ke toilet pria)? Tapi untuk ketenangan tidak dikejar-kejar frotteurism pasti lebih besar peluangnya ketimbang opsi pertama di atas.

KTM Komuter (Keretapi Tanah Melayu) Khusu Perempuan (Sumber: eramuslim.com)

KTM Komuter (Keretapi Tanah Melayu) Khusu Perempuan (Sumber: eramuslim.com)

Hal ini juga akan merasa nyaman bagi wanita lain seperti mereka yang sedang menyusui, wanita yang terpaksa bergelantungan, dan lainnya.

Ide pemisahan angkutan inilah yang kini diterapkan Malaysia. Malaysia telah menyiapkan gerbong khusus untuk perempuan [3].

* * *

Melalui tulisan ini saya hanya ingin melawan rumus kaku kalangan liberal dan aktivis gender bahwa jika ingin memuliakan perempuan maka perempuan dan laki-laki itu harus disamakan, jangan dibedakan.

Penting diketahui bahwa untuk memuliakan perempuan kita tidak harus menyamaratakan mereka dengan kaum pria. Adakalanya justru membedakan perempuan malah memuliakan mereka. Membuat mereka nyaman dan tenang. []


[1] http://www.detiknews.com/read/2010/06/07/080410/1371074/10/oneng-tak-setuju-penumpang-pria-wanita-transj-dipisah

[2] http://www.detiknews.com/read/2010/06/05/184229/1370551/10/korban-usai-raba-raba-di-terminal-pelaku-pegang-paha-di-bus

[3] http://www.eramuslim.com/berita/dunia/malaysia-luncurkan-gerbong-kereta-khusus-untuk-wanita.htm

8 Juni 2010 at 1:11 AM 3 komentar

TRAGEDI MAVI MARMARA DAN RENCANA KUNJUNGAN OBAMA KE INDONESIA

Menurut kabar, sebanyak 20 orang tewas dan ratusan orang terluka akibat penyerangan tentara Israel terhadap kapal Mavi Marmara. Seperti yang sudah diketahui, Mavi Marmara adalah kapal yang membawa bantuan kemanusiaan untuk penduduk Gaza, Palestina. Gaza sendiri telah diisolasi Israel berhari-hari dari berbagai penjuru termasuk dari arah laut. Pengisolasian ini sendiri hanyalah pelengkap dari penyiksaan Israel terhadap warga Gaza. Sebelumnya serangan-serangan Israel semakin brutal membunuhi warga Gaza. Di sisi yang lain segala akses masuk ke Gaza ditutup, baik untuk masuk maupun keluar Gaza. Segala fasilitas juga tidak bisa didapat, seperti air bersih, listrik, obat-obatan, makanan, dan lainnya. Hal inilah yang kemudian meningkatkan keperihatinan warga dunia terhadap nasib penduduk Gaza yang diwujudkan dengan pengiriman bantuan kemanusiaan.

Namun Israel bersikeras menolak bantuan kemanusiaan tersebut. Berbagai bala bantuan kemanusiaan hanya bisa teronggok di perbatasan. Israel hanya memberikan satu opsi yakni mengawal kapal dengan angkatan laut mereka dan memaksanya bersandar di Ashdod, sebuah kota pelabuhan kecil di utara Jalur Gaza. Membongkar muatan untuk dihantar dan didistribusikan UNRWA (United Nations Relief and Works Agency). Begitulah opsi yang tentu janji untuk menghantarkan bantuan tersebut sangat disangsikan. Jangankan menolak bantuan atau membiarkan bantuan rusak membusuk, atau tidak menyalurkan bantuan, membunuh warga Palestina secara blak-blakkan saja adalah hal yang biasa bagi Israel.

Di sinilah tragedi Mavi Marmara bermula. Tatkala kapal Mavi Marmara mencoba menerobos barikade kapal-kapal AL Israel untuk memberikan bantuan secara langsung, Israel menyerang kapal tersebut. Puluhan tentara Israel turun dari helikopter-helikopter mereka menggunakan tali. Tentara tersebut dilengkapi senjata lengkap, peluru, gas air mata, penyetrum listrik, dan bahkan granat, seperti penuturan Norazma Abdullah, aktivis asal Malaysia. Walhasil sebanyak 20 relawan tewas sedang ratusan orang lainnya terluka. Termasuk relawan-relawan dari Indonesia.

Pembantaian di Atas Mavi Marmara

Bülent Yildirm, yang mengepalai Yayasan Bantuan Kemanusiaan (IHH), kepada wartawan di bandara Istanbul menyatakan bagaimana seorang jurnalis yang bernama Cevdet tewas oleh tentara Israel tanpa alasan. “Dia hanya mengambil gambar. Dia ditembak dari jarak yang tidak lebih dari satu meter dan otaknya meledak … salah satu teman kami ditembak bahkan setelah dia menyerah,” dikutip AFP dari pernyataan Yildrim.

Seorang wartawan Press TV yang ikut dalam rombongan armada kebebasan yang menuju Gaza, dan sempat ditahan oleh militer Israel menceritakan bahwa seorang pria (aktivis relawan) ditembak tepat di kepalanya. Dia mengatakan tembakan amunisi perluru tetap berlangsung meskipun para aktivis telah mengangkat bendera putih.

“Dan mereka membunuh seorang aktivis Turki yang sudah terluka, menembak tepat di kepalanya.” Norazma Abdullah, aktivis asal Malaysia.

Aktivis lain yang bernama Buhamd Ali menambahkan ia melihat seorang tentara Israel menembak dan membunuh orang Turki yang sudah terluka tepat di kepalanya.

Pada kapal yang lain, yakni kapal Tokalak, yang juga mengangkut bantuan untuk muslim Gaza, juga diserang Israel. Menurut sang kapten kapal, Kapten Huseyin, ketika sudah sampai di kapalnnya, tentara Israel langsung menyerangnya dan kru kapal lainnya sambil mengancam menenggelamkan kapal. “Mereka mengarahkan dua buah senjata api ke kepala kami masing-masing,” kata Kapten Huseyin pada konferensi pers pada hari Selasa lalu. “Senjata mereka benar-benar menarik, seperti yang Anda lihat di film-film.”

AS Setia Membela Israel

Kelakuan Israel ini seoalah-olah menjungkirbalikkan dunia. Membunuhi warga Palestina, mengisolir mereka, dan terakhir membunuhi relawan. Dunia bereaksi, berbagai demonstrasi menjalar diseluruh pelosok dunia. Berbagai kecaman mengalir dari pemimpin dunia. Anehnya hanya Amerika Serikat (AS) yang bersikap mengambang. Gedung Putih hanya mengutarakan kata menyesal atas jatuhnya korban. Belakangan Robert Gibbs, juru bicara Gedung Putih, malah menegaskan bahwa serangan kepada relawan kemanusiaan kapal Mavi Marmara tidak akan mengubah hubungan saling percaya antara AS-Israel[1] (eramuslim, 02/06). Apalagi Wapres AS, Joe Biden, pada saat wawancara dengan Charlie Rose, menegaskan bahwa Israel berhak menghentikan kapal bantuan kemanusiaan[2] (eramuslim.com 03/06).

Sikap AS yang demikian memang sudah bisa ditebak. AS-lah satu-satunya negara yang selalu membela Israel. Israel selalu mampu melewati kemarahan dunia atas kebijakannya terhadap Palestina, terutama karena mereka bisa mengandalkan Washington untuk memveto resolusi yang dijatuhkan kepada mereka di Dewan Keamanan PBB yang melindungi Israel dari hukuman apapun.

Bulan Mei yang lalu Obama juga menyerukan kepada parlemen untuk menyetujui usulannya untuk membiayai pembangunan sistem antirudal Israel sebesar US $ 250 juta[3].  Mungkin, AS-lah satu-satunya negara di dunia ini yang mau berkorban dan rela mengeluarkan koceknya sendiri untuk membangun system keamanan negara lain! Semakin kuatnya dukungan Obama terhadap keamanan Israel dapat dilihat dari sikap Gedung Putih. “Sebagaimana presiden telah berulang kali mengatakan, komitmen kami untuk keamanan Israel tak tergoyahkan dan hubungan pertahanan kami lebih kuat daripada sebelumnya”, kata Vietor Tommy, Juru Bicara Gedung Putih yang lain[4].

Tak bisa diingkari sepak terjang Israel di kawasan Timur Tengah tak akan bisa dipisahkan dengan AS. Pemimpin Libya Muammar Gadaffi bahkan mengatakan AS-lah yang berada di balik kejahatan keji atas pembajakan yang dilakukan oleh Israel terhadap konvoi armada kebebasan yang membawa bantuan kemanusiaan ke Jalur Gaza, yang menewaskan puluhan relawan tak bersenjata (eramuslim 02/06)[5].

Rencana Kedatangan Obama ke Indonesia

Secara teritorial AS memang berbeda dengan Israel. Namun secara kebijakan dua negara ini selalu saling dukung. Uniknya di tengah panasnya reaksi dunia terhadap Israel tak berapa lama nanti Obama akan berkunjung ke Indonesia. Menurut pejabat Senior Deplu AS, Maria Otero, Obama akan berkunjung ke Indonesia pada tanggal 14 Juni nanti. Obama memang sempat membatalkan kunjungannya ke Indonesia pada Maret lalu. Tentu persitiwa penembakkan relawan Mavi Marmara akan sedikit banyak mempengaruhi rencana kunjungan tersebut.

Banyak kalangan berpendapat bahwa momen rencana kedatangan Obama adalah saat yang paling tepat untuk memberikan reaksi keras terhadap Israel, dan tentu saja AS. Banyak pula kalangan berpendapat bahwa sikap Israel yang selalu membangkang resolusi PBB, menganggap remeh reaksi dunia, dan mudah membunuhi rakyat Palestina kini tidak bisa hanya ditanggapi dengan dialog semata. Effendi Choiri misalnya, anggota DPR dari PKB ini berpendapat bahwa Indonesia sudah harus mengubah gaya-gaya diplomasinya. Menurut beliau, diplomasi yang dipakai Indonesia selama ini sangat tradisional (detikcom, 01/06)[6].

Lain Effendi Choiri lain lagi Rachel Maryam, anggota DPR dari Partai Demokrat. Rachel berpendapat bahwa reaksi Indonesia yang cukup pantas terhadap AS dan Israel adalah menolak kedatangan Obama. “Kalau perlu misalnya pemerintah Amerika nggak mau melakukan itu, kita tolak kedatangan Obama ke Indonesia. Itu sebagai bentuk unjuk rasa kita terhadap dukungan Amarika kepada Israel,” tegas Rachel[7] (detikcom, 02/06).

Memang menolak atau menerima Obama telah menjadi perdebatan meski secara internasional sebuah negara berhak saja menolak kunjungan pemimpin negara lain. Tetapi secara prinsipil di mana jika Indonesia ingin melaksanakan politik luar negerinya yakni menolak segala bentuk penjajahan di muka bumi maka Indonesia harus memberikan reaksi yang sangat keras. Bukan saja kepada Israel tetapi juga AS.

AS disamping selalu membela kepentingan Israel juga berlaku buruk terhadap dunia Islam. Menginvasi Irak dan hingga kini tak pernah merealisasikan janjinya untuk menarik pasukkannya dari sana, misalnya adalah salah satu bentuk penjajahan yang nyata. Belakangan malah George W. Bush mengatakan bahwa serangannya ke Irak adalah sesuatu yang salah karena tidak ada senjata pemusnah massal di sana[8] (eramuslim, 02/12/2008). AS juga disaat kepemimpinan Obama telah mengirimkan 30 ribu pasukkan untuk menggempur Afganistan Januari lalu. Hingga kini penjara pelanggar HAM, Guantanamo, pun belum ditutup.

Menolak Obama tentu masih belum setimpal sebagai balasan terhadap apa yang sudah mereka lakukan! []

Pujo Nugroho


[1] http://eramuslim.com/berita/dunia/obama-berbicara-kepada-erdogan-atas-serangan-israel.htm

[2] http://www.eramuslim.com/berita/dunia/wapres-as-israel-berhak-menghentikan-armada-kebebasan-ke-gaza.htm

[3] http://eramuslim.com/berita/dunia/parlemen-as-desak-obama-tingkatkan-dukungannya-terhadap-israel.htm

[4] http://eramuslim.com/berita/dunia/obama-akan-danai-sistem-rudal-israel.htm

[5] http://eramuslim.com/berita/dunia/gaddafi-as-bertanggung-jawab-atas-pembantaian-di-kapal-mavi-marmara.htm

[6] http://www.detiknews.com/read/2010/06/01/181532/1367787/10/indonesia-harus-ubah-tata-cara-diplomasi-internasional

[7] http://www.detikhot.com/read/2010/06/02/003438/1367887/230/rachel-maryam-serukan-tolak-kedatangan-obama-ke-indonesia?h991102207

[8] http://www.eramuslim.com/berita/dunia/bush-mengaku-menyesal-invasi-irak.htm

4 Juni 2010 at 7:19 AM Tinggalkan Komentar


Tulisan Terkini

Kategori

Almanak

Juni 2010
S S R K J S M
« Apr   Feb »
 123456
78910111213
14151617181920
21222324252627
282930  

Blog Stats

  • 3,896 hits

Top Rated

Facebook


Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.